Inilah 7 Penyebab Gusi Bengkak yang Perlu Kamu Waspadai

Seperti halnya gigi, gusi juga tidak terlepas dari berbagai gangguan. Pembengkakan gusi merupakan salah satu masalah yang kerap dikeluhkan. Ketika terjadi, gusi bengkak akan menimbulkan sensasi nyeri berdenyut, bau tak sedap, hingga muncul benjolan di bagian yang terinfeksi.

 

Sebelum mengambil langkah pengobatan, sebaiknya kamu mengetahui faktor-faktor penyebab pembengkakan gusi sebagai berikut:

 

 

  1. Terlalu keras menyikat gigi

 

Tidak sedikit orang yang menyikat gigi keras-keras dengan anggapan cara ini akan mengangkat semua kotoran yang menempel. Kenyataannya, cara ini hanya akan memicu masalah seperti gusi yang terluka, berdarah, dan membengkak.

 

Ketika kamu menyikat gigi dengan tekanan berlebih, garis gusi akan melonggar akibat rusaknya jaringan. Kalau dilakukan dalam waktu lama, kebiasaan ini akan memicu gigi sensitif.

 

 

  1. Sariawan 

 

Sariawan membuat kita kurang nyaman beraktivitas dan menyebabkan gangguan lain seperti pembengkakan gusi. Adapun beberapa hal yang memicu munculnya sariawan mencakup sistem imun, infeksi bakteri atau virus, dan trauma.

 

Pada umumnya, sariawan sembuh sendiri dalam hitungan 1-2 minggu. Namun kalau tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter.

 

 

  1. Peradangan dan infeksi gusi

 

Peradangan gusi (gingivitis) dan infeksi adalah salah dua penyebab membengkaknya gusi. Kamu yang kurang memperhatikan kebersihan gigi dan rongga mulut rentan mengalami gangguan ini yang nantinya akan mengantarkan pada pembengkakan gigi.

 

Mengapa? Plak (sisa makanan yang terselip di sela gigi) yang dibiarkan terlalu lama dapat berubah menjadi karang gigi yang yang lantas memicu peradangan atau infeksi pada gusi.

 

 

  1. Pemasangan kawat gigi

Inilah 7 Penyebab Gusi Bengkak yang Perlu Kamu Waspadai

 

Beberapa orang yang baru memasang kawat gigi (behel) mengeluhkan pembengkakan gusi. Penyebab dari gangguan tersebut adalah adanya gesekan antara kawat (bracket) dengan sisi dalam pipi, bibir, gusi, atau lidah yang lantas menyebabkan luka.

 

Keluhan ini sebenarnya hanya terjadi pada masa awal setelah pengencangan kawat gigi. Akan tetapi, kamu tetap perlu memeriksakannya sebagai bentuk antisipasi.

 

 

  1. Kekurangan asupan vitamin

 

Penyebab lain yang meningkatkan risiko pembengkakan gusi adalah kurangnya asupan vitamin B dan vitamin C. Vitamin B berperan dalam pertumbuhan sel dan melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, sementara vitamin C berfungsi merangsang produksi kolagen untuk jaringan tubuh.

 

Kalau kamu sampai jarang mengonsumsi sumber kedua vitamin tersebut, gangguan kesehatan seperti sariawan dan gusi membengkak bakal lebih sering terjadi.

 

 

  1. Efek konsumsi obat dan merokok

 

Apa kamu sedang dalam masa perawatan yang mengharuskan konsumsi obat berkelanjutan? Sejumlah obat, termasuk untuk kemoterapi, dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, hingga gusi bengkak.

 

Merokok jelas memberikan dampak buruk terhadap gigi dan rongga mulut, termasuk pembengkakan gusi yang dapat berubah menjadi infeksi yang sulit disembuhkan.

 

 

  1. Perubahan hormon

 

Pada perempuan, perubahan hormon yang terjadi selama pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause berpotensi memicu masalah kesehatan lain, misalnya gusi bengkak. Hal ini disebabkan bertambahnya progesteron yang turut meningkatkan aliran darah ke gusi.

 

Namun seperti seriawan, pembengkakan gusi yang dipicu fluktuasi hormon dapat mereda dengan sendirinya.

 

Dalam hal ini, memakai pasta gigi Systema akan membantu mencegah munculnya pembengkakan gusi. Memiliki sistem perawatan Advanced Oral Care System yang mengatasi gigi berlubang, memperkuat gigi dan enamel gigi, hingga menghilangkan plak yang mana menjadi salah satu pemicu gusi bengkak.

 

Gunakanlah pasta gigi Systema secara rutin supaya gigi dan gusimu sehat!