Benarkah ada pengaruh produksi air liur terhadap kesehatan gigi dan mulut?

Beberapa orang masih belum sadar betapa pentingnya air luar untuk kesehatan gigi dan mulut. kelenjar ludah yang ada di dalam mulut memproduksi air liur hingga 1-2 liter setiap harinya. Dalam air liur terdapat kandungan mineral, air, protein dan juga enzim amilase yang berfungsi sebagai pencerna karbohidrat.

 

Namun, bila air liur yang dihasilkan terlalu berlebihan atau justru terlalu sedikit, bisa jadi menandakan adanya gangguan pada kesehatan mulut atau gangguan pada tubuh. Tidak semua air liur berguna untuk gigi, air liur yang cenderung bening dan encer dipastikan berkualitas baik.

 

Manfaat Kesehatan Mulut bagi Tubuh dan Mulut

Air liur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan gigi, mulut bahkan tubuh manusia secara keseluruhan. Berikut manfaat yang diperoleh, antara lain:

 

1. Menjaga kebersihan mulut

Pengaruh air liur terhadap kesehatan gigi dan mulut itu benar. Pasalnya, air liur mengandung zat yang mampu mencegah adanya bakteri di mulut. Air liur biasanya akan melindungi permukaan epitel dari zat berbahaya seperti nikotin, alkohol, dan zat yang dapat merusak lainnya.

 

2. Dapat mencegah rusaknya gigi

Air liur juga mengandung polin yang berfungsi untuk menjaga kesehatan gigi. Polin adalah protein pelindung enamel gigi. Selain itu, mineral air liur juga mampu membantu proses remineralisasi pada gigi.

 

3. Mencegah mulut kering

Air liur yang tidak terproduksi dengan cukup akan menyebabkan mulut kering, bahkan mampu meningkatkan risiko penyakit gigi, kerusakan pada gigi, dan gusi. Terutama saat bertambah umur, maka produksi air liur akan ikut berkurang. Oleh karena itu, gigi dan gusi akan tetap terjaga bila air liur tetap mengalir.

 

 

Dampak kekurangan dan kelebihan air liur bagi kesehatan

Apakah terdapat pengaruh air liur terhadap kesehatan gigi dan mulut? Produksi air liur yang kekurangan atau bahkan kelebihan, nyatanya dapat menyebabkan beberapa kondisi buruk. Air liur yang kurang akan sering merasa haus, bau mulut, sariawan, hingga sulit mengunyah makanan.

 

Untuk mengatasi masalah ini, kamu dapat memperbanyak air putih, bahkan mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula. Lalu, bagaimana jika kelebihan air liur? Adakah dampak bagi kesehatan? Kondisi produksi air liur berlebihan biasa dikenal dengan hipersalivasi. Kondisi ini tidak selalu menimbulkan hal yang buruk pada kesehatan.

 

Misalnya air liur yang keluar dari bayi berlebihan, itu normal karena bayi sedang proses pertumbuhan gigi atau pada ibu yang hamil ketika mual. Tapi apabila tidak pada kondisi tertentu, kamu harus segera memeriksakannya ke dokter. Kelebihan air liur dapat menyebabkan iritasi kulit di sekitar mulut.

 

 

Tips Menjaga Air Liur Tetap Sehat

 

Benarkah ada pengaruh produksi air liur terhadap kesehatan gigi dan mulut?

Kualitas air liur harus tetap terjaga dan sehat. Air liur sehat apabila diperiksa sekitar 15 menit jumlahnya sekitar 15 ml dengan pH 6. Tips menjaga air liur tetap sehat, yaitu:

 

1. Rajin gosok gigi

Kamu wajib gosok gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan sebelum tidur di malam hari. Tidak hanya itu, pemilihan sikat gigi juga penting. Kamu harus memilih sikat dengan kepala sikat lebar, sehingga gigi dan gusi mudah untuk dibersihkan seluruhnya misalnya Systema Active Clean toothbrush. Produk sikat gigi dari Systema sangat dianjurkan karena keunggulan yang dimilikinya.

 

2. Konsumsi air putih

Kamu harus rajin mengkonsumsi air putih 2 liter per harinya. Ini juga dapat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel di gigi.

 

3. Kurangi makanan karbohidrat fermentasi

Sering mengonsumsi makanan dengan karbohidrat berfermentasi seperti roti, cokelat, atau biskuit akan menyebabkan sisa makanan susah dibersihkan. Air liur akan memproses makanan tersebut. Hal ini menyebabkan air liur jadi kental dan munculnya plak di sela gigi.

 

Demikianlah informasi terkait pengaruh air liur terhadap kesehatan gigi dan mulut serta bagaimana tips menjaga air liur  tetap  sehat dan berkualitas.