Jadi Solo-Traveler Kenapa takut

Serunya Jadi Solo-Traveler

Traveling alone will be the scariest, most liberating, life changing experience of your life,

try it at least once!

Pernah membaca kalimat bijak di atas? Solo traveling alias traveling seorang diri mungkin terdengar cukup menantang, sehingga banyak dari Anda pun masih ragu untuk mencobanya. Namun, seperti pesan pada kalimat di atas, hal tersebut akan menyeramkan, namun akan memberikan Anda pengalaman yang bisa mengubah hidup Anda dan patut dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Bagaimana? Cukup tertantang? Baca dulu tips berikut ini supaya traveling Anda berjalan lancar.

 

Riset tempat tujuan

Sebelum melakukan perjalanan sendiri, pastikan Anda sudah melakukan riset terhadap tempat yang akan menjadi tujuan Anda. Mulai dari info tempat untuk wisata kuliner, penginapan, objek wisata dan sebagainya. Bepergian sendiri artinya, Anda perlu ekstra prepared, pastikan tempat Anda menginap dekat dengan minimart, apotek maupun rumah sakit. Melakukan riset juga termasuk mencari kontak yang mungkin tinggal di daerah tujuan Anda traveling, khususnya bagi Anda yang tidak terlalu suka pergi sendirian, Anda bisa mengajak teman atau kerabat yang menetap di tempat tersebut untuk menjadi tour guide Anda.

Bawa perlengkapan pribadi seminim mungkin

Kalau Anda berwisata bersama keluarga atau pasangan, Anda bisa saja meminta bantuan mereka saat membawa barang-barang. Namun, ingat! Kali ini Anda akan bepergian sendiri, dari tempat satu ke tempat yang lain. Maka, siapkan barang bawaan yang praktis dan yang memang dibutuhkan. Batasi jumlah pakaian maupun sepatu. Pilih peralatan yang mendukung pergerakan Anda selama berlibur, seperti sikat gigi Systema Charcoal. Dengan menggunakan bahan berupa premium Japanese binchotan charcoal, sikat gigi ini dapat mencegah 99,9% bakteri, dan terlebih lagi, bulu sikatnya cepat kering, sehingga memudahkan Anda saat berkemas selama traveling.

Boleh menolak titipan!

Sudah jadi kebiasaan bila ketika ada teman atau kerabat dekat yang hendak bepergian, khususnya ke luar negeri, ia akan ditagih yang namanya oleh-oleh, bahkan jadi jasa titip barang. Anda punya hak untuk menolak permintaan tersebut, berhubung Anda hanya pergi seorang diri. Hal lain yang perlu Anda ingat, oleh-oleh bukanlah kewajiban seseorang yang traveling, kok.

Percaya pada diri sendiri

Bepergian sendiri tanpa ditemani orang lain merupakan kesempatan untuk Anda lebih mengenal diri sendiri. Dalam setiap keputusan yang Anda ambil, itulah yang akan menentukan perjalanan Anda. Tidak apa bila sesekali melakukan kesalahan, toh Anda tidak akan merugikan orang lain. Hal tersebut bisa dijadikan pengalaman dan pelajaran untuk perjalanan berikutnya. Tidak perlu ambisius dengan itinerary yang sudah tersusun rapi, sesekali lakukanlah hal yang spontan, Anda akan mendapatkan cerita yang lebih seru, pastinya.

 

Happy solo-traveling!

MOST READ
SYSTEMA-article-banner-batch-17-4_thumb

Saat Harus Tinggal dengan Mertua: Do's and Don'ts

Tips saat harus tinggal bersama mertua setelah menikah.

5-thumb

Apakah Sakit Gigi Bisa Menulari Pasangan Anda?

Sakit gigi bisa menular itu sebenarnya mitos atau fakta sih?

Nge-mallSaatKencanSudah KunoAyoOlahragaBarengPasangan-t

Nge-mall Saat Kencan sudah Kuno. Ayo, Olahraga Bareng Pasangan

Nonton di bioskop bareng pasangan. Daripada Cuma duduk-duduk berduaan , ajak deh pasangan kamu dengan ritual baru, yaitu berolahraga.

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :