4 penyakit dalam yang menimbulkan bau mulut

Pernyakit pada Organ Tubuh Bisa Menyebabkan Bau Mulut

Pernahkah Anda berhadapan dengan lawan bicara yang memiliki bau mulut, atau mungkin Anda sendiri sedang mengalami bau mulut yang tidak seperti biasanya. Sekitar 80% masalah bau mulut memang disebabkan oleh masalah kebersihan mulut. Namun, selain keadaan mulut yang kotor maupun banyaknya karang gigi hingga menyebabkan luka di dalam gusi, bau mulut juga merupakan penanda seseorang mengalami penyakit dalam atau penyakit pada organ tubuhnya.

 

Diabetes

Baru-baru ini, ditemukan pada suatu penelitian, bahwa infrared atau infra merah dapat secara efektif digunakan untuk menganalisis napas dan mengidentifikasi seseorang yang memiliki prediabetes atau diabetes stadium awal. Ada pula penelitian yang sedang dilakukan di Western New Englah University yaitu mengukur kadar glukosa darah menggunakan breathalyzer. Ternyata, ketika seseorang mengalami diabetes, aliran darah ke seluruh tubuhnya berkurang, termasuk aliran darah ke gusi. Bila gusi dan gigi tidak menerima asupan darah yang tepat, maka keadaannya akan lemah dan lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, kadar glukosa yang meningkat dapat memicu pertumbuhan bakteri dan terjadinya infeksi serta bau di dalam mulut.

 

Penyakit liver

Pada penderita penyakit liver, bau mulut biasanya berupa bau amonia atau bau akibat adanya penumpukan zat-zat kimia dalam darah dan urin. Penumpukan ini terjadi akibat liver yang berfungsi sebagai penyaring zat sisa maupun zat beracun mengalami gangguan. Zat sisa dan zat racun tersebut yang seharusnya dibuang, kembali lagi ke dalam tubuh dan bisa naik hingga ke tenggorokan. Namun, bau amonia akibat faktor hepaticus ini biasanya terjadi pada penderita penyakit liver yang tergolong stadium lanjut. Seseorang yang mengalami bau amonia pada mulutnya ini perlu pemeriksaan lebih lanjut, terutama oleh dokter spesialis penyakit dalam.

 

Kanker Paru

Bau mulut juga bisa menjadi pertanda seseorang mengalami kanker. Cleveland Clinic telah menguji sebuah perangkat yang dapat mendeteksi kanker paru dari 80% pasien, melalui tes napas. Pada dasarnya, bau napas yang dialami penderita kanker merupakan efek samping dari prosedur kemoterapi dan terapi radiasi. Kedua terapi tersebut menyebabkan mulut kering sehingga memengaruhi produksi air liur, yang bila berkurang, maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam membersihkan bakteri dan sisa makanan di dalam mulutnya.

 

Asam lambung kronis

Penderita GERD atau Gastroesophogeal Reflux Disease dapat mengalami halitosis atau bau mulut tidak sedap akibat naiknya asam dan bahan-bahan lain yang sebagian telah dicerna ke dalam esofagus. Akibatnya, terjadi masalah pada rongga mulut yang menjadi kotor dan sulit dibersihkan yang berefek pada aroma napas yang dikeluarkan.

MOST READ
Untitled-1

Systema Sweetooth Treathooth Palembang 2015

Setelah sukses menyelenggarakan acara di kota Bogor dan Jogjakarta kali ini Systema hadir di kota Palembang.

Sakit Gigi VS Coklat-t

Sakit Gigi VS Coklat

Anda merupakan penggemar berat makanan kecil dan manis yang sering disebut coklat? Kadang sangat erat kaitannya antara makan coklat dan sakit gigi,

8_thumb

Kebiasaan Saat Traveling Ini Nggak Perlu Dilakukan

Kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan saat traveling.

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :