Penyakit Gusi Berisiko Terhadap Kesuburan Wanita

Penyakit Gusi Berisiko Terhadap Kesuburan Wanita

Berencana untuk menikah dalam waktu dekat? Tidak ada salahnya untuk mengecek kesehatan Anda dan pasangan. Selain bisa mengetahui penyakit bawaan yang mungkin diderita Anda maupun pasangan, cek kesehatan juga dapat membantu Anda dan pasangan untuk sama-sama merencanakan keturunan. Selain kesehatan tubuh secara menyeluruh, ternyata kesehatan gigi dan gusi juga ikut andil dalam menentukan kesuburan seorang wanita.

 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 3.000 wanita hamil di Australia, ditemukan bahwa penyakit gusi bisa membuat wanita tidak subur, bahkan memperlambat peluang untuk pembuahan hingga dua bulan. Dalam penelitian tersebut, wanita yang mengalami penyakit gusi harus menunggu kurang lebih tujuh bulan sampai setahun lamanya agar bisa hamil. Sementara, rata-rata wanita yang tidak memiliki masalah gigi dan mulut hanya perlu menunggu kurang lebih lima bulan untuk bisa hamil.

 

Ternyata etnis dan ras juga ikut berperan dalam faktor kesuburan wanita. Peningkatan risiko mengalami ketidaksuburan ini hanya ditemukan pada wanita berlatar belakang Asia. Salah satu kemungkinan terbesar adanya hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dan kesuburan wanita adalah faktor imunologis. Para peneliti menganggap jika wanita Asia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan terhadap penyakit gusi. Akibatnya, mereka berpeluang lebih besar menghadapi berbagai masalah kesehatan lainnya akibat penyakit gusi.

 

Penyakit gusi dapat menyebabkan kekebalan tubuh seorang wanita jadi terlalu reaktif. Sebaliknya, sistem kekebalan tubuh yang terlalu reaktif pun bisa meningkatkan risiko penyakit gusi. Sementara dalam beberapa penelitian, wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu reaktif ditemukan mengalami peningkatan risiko ketidaksuburan, keguguran, serta kegagalan implantasi embrio pada proses bayi tabung.

 

Penyebab ketidaksuburan wanita, khususnya endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit gusi. Menurut sebuah penelitian terhadap lebih dari 4.000 wanita, mereka yang memiliki endometriosis 57% lebih rentan terhadap radang gusi dibandingkan dengan wanita tanpa endometriosis. Sebuah penelitian kecil juga menemukan bahwa wanita dengan PCOS lebih cenderung mengalami gingivitis dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki PCOS.

 

Hal ini tidak perlu membuat Anda khawatir, karena risiko terkena penyakit gusi kembali lagi, bergantung pada berbagai faktor. Bisa dari genetik, adanya penyakit tertentu, serta yang paling utama adalah kebiasaan Anda dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kurangi risiko penyakit gusi dengan memberbaiki kebiasaan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gusi. Selain rutin mengunjungi dokter gigi, sikat gigilah dua kali sehari dengan menggunakan Systema Gum & Teeth Protection. Kandungan IPMP dalam pasta gigi Systema Gum & Teeth Protection berfungsi membunuh bakteri pada celah gigi dan gusi. GK2 dan OHBAKU berperan dalam menjaga kesehatan gusi.

MOST READ
SYSTEMA-article-banner-batch-17-6_thumb

Seputar Karang Gigi

Kapan harus membersihkan karang gigi, mengapa ketika dibersihkan bisa sampai berdarah, apa yang harus dilakukan untuk mengurangi timbulnya karang gigi.

Atasi peyebab gusi bengkak dengan cara ini_thumb

Ini Sebabnya Mengatasi Gusi bengkak Itu Penting

Selain gigi, gusi juga perlu dirawat dengan cara yang tepat untuk mengatasi gusi bengkak

Makanan Sehat untuk Keluarga Sehat_alt.1-t

Makanan Sehat untuk Keluarga Sehat

semua berawal dari rumah, ayo perbaiki kebiasaan di rumah dengan mengkonsumsi makanan sehat.

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :