Penting! Ini fakta-fakta Gingivitis (Radang Gusi).

Fakta Gingivitis (Radang Gusi) yang Perlu Anda Ketahui

Pernahkah Anda mengalami radang gusi atau gingivitis? Sebenarnya, apa yang terjadi pada gusi dan bagaimana penanganan yang tepat ketika mengalami masalah ini?

 

Gusi sering berdarah merupakan penanda gingivitis

Radang gusi atau gingivitis sebenarnya merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada gusi. Gangguan ini biasanya ditandai dengan kondisi gusi yang bengkak, warnanya menjadi merah tua, mengerut dan rentan mengalami perdarahan, terutama ketika menyikat gigi. Gingivitis yang parah juga seringkali menyebabkan bau napas tidak sedap.

 

Karang gigi melindungi bakteri dan membuatnya lebih mudah berkembang biak

Yang menjadi penyebab utama gingivitis atau radang gusi adalah penumpukan plak, akibat bakteri dari sisa-sisa makanan yang menumpuk dan menempel pada permukaan gigi. Bila sudah menempel di gigi, akan semakin sulit dibersihkan dan akan mudah sekali berubah menjadi karang gigi. Di dalam karang gigi tersebut, bakteri akan terlindungi sehingga lebih mudah berkembang biak. Akibatnya, bakteri tersebut semakin susah dibersihkan, perlu bantuan dokter melalui proses scaling (pembersihan karang gigi)

 

Efeknya bisa sampai gigi keropos

Bila mengalami gingivitis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa prosedur, salah satunya pemeriksaan kedalaman kantong yang terbentuk di antara gigi dan gusi. Bila kedalaman kantong tersebut melebihi 4mm, maka menandakan adanya penyakit gusi. Selain pemeriksaan tersebut, biasanya Anda akan diminta untuk melakukan x-ray gigi untuk melihat ada atau tidaknya patahan maupun keropos gigi di dalam kantong gusi tersebut.

 

Penting untuk memilih produk yang secara khusus merawat gigi dan gusi

Menyikat gigi setidak dua kali sehari merupakan tahap awal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya radang gusi atau gingivitis. Namun, pastikan sikat gigi yang Anda gunakan memiliki bulu sikat yang lembut sehingga tidak membuat gusi Anda mudah berdarah dan luka. Begitu pula dengan pilihan pasta gigi. Systema Gum & Teeth Protection, dengan formulasi khusus dari LION Jepang, 2X lebih baik digunakan untuk merawat gusi, karena memiliki kandungan IPMP, yang berfungsi membunuh bakteri pada celah gigi dan gusi. Selain itu, ada pula kandungan GK2 dan OHBAKU yang dapat menjaga kesehatan gusi.

 

Kunjungan ke dokter gigi menurunkan risiko gingivitis

Selain rajin menyikat gigi dan merawat gusi dengan cara membersihkan kotoran di sela-sela gusi menggunakan dental floss, Anda tetap perlu mengunjungi dokter gigi untuk melakukan scaling atau pembersihan karang gigi setidaknya dua kali dalam setahun. Hal ini merupakan langkah pencegahan radang gusi yang efektif, mengingat Anda akan lebih sulit membersihkan karang gigi yang sudah menempel di gigi, yang tidak bisa dihilangkan dengan hanya menggunakan sikat gigi.

MOST READ
Mulut Kering, Berbahayakah_t

Mulut Kering, Berbahayakah?

Mulut kering mungkin kerap kali Anda alami. Sebagian menganggapnya hal yang sepele, namun mulut kering atau Xerostomia ini sebenarnya cukup mengganggu

Makanan Manis Berbahaya Untuk Gigi Mitos atau Fakta_t

Makanan Manis Berbahaya Untuk Gigi? Mitos atau Fakta?

Selalu saja ada perdebatan bila Anda dihadapkan pada satu kejadian, termasuk kesehatan gigi.

(8)

Menjadi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Wanita Karir? Yuk, Simak Tipsnya!

Yuk, simak tips menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir berikut ini!

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :