Cegah bakteri karena udara lembab di rumah, yuk!

Bahaya Bakteri Akibat Udara Lembap di Sekitar Anda

Meskipun rumah sudah rutin dibersihkan, ribuan bakteri masih menghantui Anda sekeluarga. Bakteri tersebut biasanya menetap di dalam peralatan maupun perabotan yang Anda gunakan sehari-hari. Coba perhatikan lagi keadaan benda-benda ini di rumah.

 

Sofa

Kapan pertama kali Anda membeli sofa? Berapa kali Anda bersihkan sofa tersebut? Semua keluarga dan tamu pasti hampir setiap saat menggunakan sofa. Keringat, bekas ompol dan muntah si kecil,  serta makanan dan minuman yang juga pernah tumpah pasti meninggalkan bekas, meskipun sofa dalam keadaan sudah kering. Sekalinya dikebas, pasti banyak kotoran yang berterbangan.

Solusi: Lakukan pembersihan dengan metode vacuum (sedot) sampai ke bagian yang paling sulit dijangkau. Bila perlu, panggil jasa pembersih furnitur di rumah, lalu lihatlah berapa banyak kotoran yang selama ini tinggal diam di perabotan rumah tangga milik Anda. 

 

Sikat gigi

Setiap hari Anda pasti menggunakan sikat gigi. Setelah digunakan, apakah Anda selalu memastikan bulu sikat sudah benar-benar kering? Nampaknya sulit, apalagi kalau sedang terburu-buru. Padahal, kamar mandi merupakan ruangan yang paling ditempati oleh bakteri, terutama yang tidak terlihat wujudnya.

Solusi: Pastikan Anda menggunakan sikat gigi yang tepat, seperti Systema Charcoal Toothbrush dengan Premium Japanese Binchotan yang memiliki bulu sikat yang cepat kering, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri.

 

Handuk dan jemuran

Bila hujan, biasanya pakaian yang dijemur akan dibawa ke dalam rumah sampai benar-benar kering. Keadaan handuk maupun pakaian yang masih setengah basah juga dapat mengundang bakteri berbahaya dan membuat udara di dalam rumah menjadi lembap.

Solusi: Saat harus melindungi jemuran dari hujan, tidak perlu dibawa sampai ke dalam rumah, cukup geser sampai terlindung di bawah atap rumah, pastikan pintu rumah tetap dalam keadaan terbuka, nyalakan kipas angin ke arah luar untuk membantu jemuran lebih cepat kering.

 

Kain pel

Saat mengepel rumah, kain pel harus selalu dalam keadaan basah. Namun, jangan lupa, bahwa ketika selesai menggunakannya, kain pel harus kembali dalam keadaan kering. Apalagi bila Anda menyimpan kain pel dengan menggantungnya di dekat dinding, bakteri bisa berpindah tempat dan risiko penyakit semakin tinggi.

Solusi: Simpan kain pel dengan posisi kain di atas dan tangkainya di bawah. Hindari kain menempel di dinding, pastikan kain pel di simpan di ruangan terbuka sampai benar-benar kering, atau ganti kain pel Anda dengan yang bahan yang lebih cepat kering.

MOST READ
Pikirkan 4 hal ini sebelum resign_thumb

Sebelum Resign kerja, Pikirkan Hal Ini!

Sebelum memutuskan untuk resign kerja, ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya keputusan Anda tidak sia-sia

SYSTEMA-article-banner-18-6_thumb

Hati-hati, Ini Makanan yang Bisa Mengancam Kesehatan Gigi

Daftar makanan yang bisa mengancam kesehatan gigi.

4 Tantangan Terberat Jelang Pernikahan_thumb

4 Tantangan Terberat Jelang Pernikahan

4 tantangan terberat ketika hendak maju ke pelaminan: karakter, perbedaan keyakinan, masalah finansial, masa depan bersama.

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :