Apakah Kesehatan Gigi Dipengaruhi oleh Faktor Keturunan?

Apakah Kesehatan Gigi Dipengaruhi oleh Faktor Keturunan?

Salah satu dari kedua orangtua Anda kebetulan memiliki riwayat gigi berlubang dan mudah rusak, sehingga ia kini harus menggunakan gigi palsu karena sudah banyak dari giginya yang tanggal. Lalu, Anda jadi khawatir, apakah nanti di masa tua, Anda akan mengalami apa yang dialami oleh orangtua Anda. Sebenarnya, apakah kesehatan gigi dipengaruhi oleh faktor keturunan?

 

Seorang ilmuwan yang juga merupakan direktur Center for Craniofacial and Dental Genetics di University of Pittsburh School of Dental Medicine, Mary L Marazita, mengidentifikasi bahwa kesehatan gigi tergantung dari kombinasi faktor genetik dan perawatan. Sekitar 60% kerusakan gigi disebabkan oleh faktor genetik.

 

Faktor genetik sendiri sebenarnya lebih kepada kemampuan yang dimiliki seseorang dalam hal mengukur rasa pada makanan. Kemampuan merasa setiap orang berbenda-beda. Misalnya dalam mengonsumsi makanan manis, faktor genetik seseorang membuatnya menyukai makanan manis, yang kita tahu memiliki peran besar dalam merusak gigi. Begitu pula dengan kondisi air liur seseorang, yang juga berpengaruh pada kesehatan mulutnya. Lembut atau kokohnya enamel gigi juga dipengaruhi oleh gen. Bila memiliki enamel yang lembut, maka bakteri lebih mudah menggali gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

 

Kembali pada poin pertama Mary L Marazita, bahwa faktor genetik hanya merupakan 60% penyebab kerusakan gigi, sedangkan 40% sisanya berhubungan dengan kebiasaan sehari-hari orang tersebut dalam menjaga kesehatan gigi dan gusinya. Menyikat gigi, berkumur, dan melakukan pemeriksaan gigi dengan mengunjungi dokter gigi secara rutin, yaitu minimal enam bulan sekali, tentu akan mengurangi risiko kerusakan gigi.

 

Namun, bila secara genetik, seseorang sudah berisiko tinggi mengalami kerusakan pada gigi, dan ia pun menjalani gaya hidup yang tidak mendukung kesehatan giginya, seperti merokok dan terlalu sering minum minuman berkafein, maka kerusakan gigi akan semakin mudah terjadi. Bayangkan bila secara genetik, ia tidak memiliki kemampuan untuk mengukur rasa manis, ia pun secara tidak sadar mengonsumsi makanan manis dalam jumlah yang berlebihan, lalu ia malas menyikat gigi di malam hari. Maka sisa-sisa makanan manis tersebut menempel di gigi sehingga menimbulkan karies dan menyebabkan gigi berlubang. Maka Anda pun bisa membayangkan, bahwa yang akan terjadi adalah giginya mudah rusak.

 

Jadi, mulai sekarang, pahamilah bahwa bagaimanapun keadaan gigi Anda secara genetik, kebiasaan merawat gigi pantang untuk Anda lewatkan, karena faktor penentu utama gigi yang sehat adalah dari kebiasaan Anda dalam merawatnya.

MOST READ
Charcoal (arang) yang punya banyak manfaat! thumb

Manfaat Charcoal (Arang) Ini Perlu Anda Ketahui!

Manfaat arang bagi tubuh yang perlu diketahui

7-tempat-wisata-seru-di-Hakone-Jepang

Serunya Wisata di Hakone, Jepang

Banyak hal seru yang bisa Anda lakukan saat mengunjungi salah satu wisata kota yang unik di Jepang ini

Goodbye Tootache, Hello Cupcake_t

Goodbye Tootache, Hello Cupcake!

Bentuknya yang unik, lembut, bewarna-warni dan manis membuat Anda jatuh cinta dan menggemari megkonsumsi cupcake?

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :