(4)

5 Cara Jitu Mengatur Keuangan untuk Pasangan yang Baru Menikah

Pernikahan adalah saat-saat bahagia yang paling ditunggu oleh banyak orang. Pernikahan juga menjadi gerbang bagi pasangan untuk mengarungi sebuah rumah tangga. Tentu akan ada banyak tantangan yang akan dihadapi bersama. Salah satunya adalah masalah keuangan keluarga. Nah, untuk pengantin baru, berikut ada lima cara jitu mengatur keuangan yang bisa Anda terapkan.

Buatlah anggaran rumah tangga

Langkah pertama dalam mengatur keuangan rumah tangga adalah membuat anggaran. Dalam menentukan anggaran rumah tangga, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Salah satunya adalah membedakan mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Selanjutnya adalah memasukkan ‘lain-lain’ dalam anggaran.

Pasalnya, biasanya akan ada dana tak terduga yang Anda dan pasangan keluarkan. Salah satu metode dalam mengatur anggaran rumah tangga adalah dengan menerapkan pola 50/30/20, yakni 50% untuk keperluan prioritas, 30% untuk tabungan, dan 20% untuk kebutuhan lain.

Tentukan target yang akan dicapai

Dalam rumah tangga, Anda harus memiliki target yang akan dicapai, baik untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Misalnya saja, sebelum menikah Anda tinggal di kos dan kini setelah menikah Anda berpikir untuk menyewa atau membeli rumah baru. Tentu uang yang dikeluarkan pun akan semakin besar. Namun, kebutuhan akan tempat tinggal sendiri adalah hal mendesak sehingga ini masuk dalam jangka pendek.

Sementara itu, untuk jangka panjang di antaranya adalah biaya pendidikan anak, membeli aset lain sebagai investasi, dan sebagainya. Bagi pasangan baru menikah, penting menentukan target untuk mengukur kemampuan dengan keuangan.

Saling terbuka mengenai urusan keuangan

Membangun rumah tangga artinya juga membangun komitmen untuk hidup bersama dalam berbagai hal. Termasuk dalam mengatur urusan keuangan. Anda perlu berkolaborasi menata keuangan agar tidak salah urus. Sebaiknya pula Anda dan pasangan harus bersikap terbuka. Misalnya saja jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, cobalah terbuka berapa pun pendapatan Anda.

Jika saling terbuka, maka tidak akan lagi kesalahpahaman yang bisa memicu pada pertengkaran bahkan berujung pada kehancuran. Urusan keuangan dalam keluarga sangatlah riskan bila tidak diputuskan bersama.

Membuat rekening bersama

Jika sebelum menikah Anda bisa bebas menggunakan uang untuk berbagai keperluan, kini ketika Anda telah berkeluarga, beban yang ditanggung pun juga semakin bertambah. Agar lebih ringan, tidak ada salahnya bila Anda mencoba membuka rekening bersama. Hal ini untuk menghindari pengeluaran yang tidak terkontrol.

Sebelum membuka rekening baru, Anda harus membicarakannya bersama dengan pasangan terkait jumlah nominal dan sebagainya. Lebih baik sisihkan penghasilan untuk rekening bersama sesegera mungkin setelah Anda menerima gaji. Dana dalam rekening bersama ini tidak bisa Anda gunakan seenaknya karena menyangkut keperluan keluarga dan segala keperluannya.

Sisihkan untuk investasi dan keperluan darurat

Kejadian darurat tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itulah sebaiknya selagi memiliki uang yang cukup, Anda bisa mengalokasikannya untuk keperluan investasi masa depan atau keperluan darurat. Ada banyak asuransi yang bisa Anda pilih, mulai dari kesehatan, pendidikan anak, hingga hari tua.

Dalam berinvestasi, Anda bisa mengambil 20%-30% dari penghasilan. Sementara untuk keperluan darurat, idealnya adalah Anda harus menyiapkan anggaran sebanyak enam kali pengeluaran. Namun, ini bukanlah patokan yang baku. Anda bisa menyesuaikannya dengan membicarakan terlebih dahulu bersama pasangan.

 

Keuangan sering menjadi salah satu pemicu masalah dalam keluarga, khususnya pada pasangan yang baru menikah. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa mencoba menerapkan cara-cara di atas agar keuangan rumah tangga lebih teratur.

MOST READ
Cari tahu pentingnya Pre-Marital Check Up, yuk_thumb

Pre-Marital Check Up, Pentingkah?

Apa manfaat dari melakukan pre-marital check up, atau cek up kesehatan sebelum menikah? Jangan lupa cek juga kesehatan gigi dan mulut.

Tips Presentasi Lancar Di Depan Klien-t

Tips Presentasi Lancar Di Depan Klien

Mungkin banyak dari Anda saat menunggu waktu untuk mempresentasikan kerjaan di depan klien merasakan gugup, keringat dingin, mual, dan mulas campur jadi satu.

Makanan Manis Berbahaya Untuk Gigi Mitos atau Fakta_t

Makanan Manis Berbahaya Untuk Gigi? Mitos atau Fakta?

Selalu saja ada perdebatan bila Anda dihadapkan pada satu kejadian, termasuk kesehatan gigi.

Email:

Password :

Retype Password :

Email:

Password :